Lelang Jabatan, Siapa Takut?

Lelang-Jabatan

Photo courtesy of  Metro TV News 2013

by Indra Budiharto

Pemerintah DKI Jakarta menerapkan lelang jabatan dalam proses rekrutmen jabatan camat dan lurah. Setelah tiga minggu, proses pendaftaran untuk mengikuti lelang jabatan camat dan lurah ditutup pada hari Senin (22 April 2013) dengan jumlah pendaftar tercatat 1.118 orang. Pertanyaannya, kok jabatan dilelang?

Sebenarnya, “lelang jabatan” ini bukanlah sebuah lelang. Digagaskan pertama kalinya pada bulan Februari 2013, lelang jabatan ini hanya dibuka untuk PNS berpangkat dan bertujuan untuk membuat proses pemilihan camat dan lurah lebih transparan, terbuka dan berbasis kompetensi. Calon camat dan lurah harus mendaftar online dan mengikuti proses seleksi yang cukup ketat, dengan enam tahapan yang mencakup pemenuhan syarat-syarat kualifikasi pendidikan dan jabatan PNS, seleksi pengetahuan, uji visi-misi dan rencana kerja, serta assessment centre yang penyelenggaraannya dilaksanakan oleh tim pakar dari Polri dan Polda Metro Jaya. Untuk tes pengetahuan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jakarta telah menyiapkan seribu variasi soal yang akan diacak untuk setiap peserta, sehingga setiap peserta akan mendapat soal yang berbeda. Track record dan laporan masyarakat terhadap kinerja kandidat tersebut akan turut dipertimbangkan juga. Selain itu, seleksi kali ini tidak hanya melibatkan pihak pemerintah, karena pihak perguruan tinggi, praktisi, dan konsultan akan turut serta dalam panitia seleksi lelang jabatan ini dengan harapan agar proses seleksi menjadi lebih obyektif dan terbuka.

Proses pelatihan tengah dilakukan untuk mempersiapkan para peserta dalam menghadapi tes seleksi pengetahuan yang akan dilakukan secara online pada tanggal 27 dan 28 April 2013 (Sabtu dan Minggu ini). Hari Rabu kemarin (24 April 2013), pihak pemerintah kota Jakarta Utara mengadakan latihan bagi para peserta untuk membiasakan diri dengan format online ini. Sayangnya, kebanyakan peserta masih kelihatan kebingungan dan belum terbiasa menggunakan komputer.

Tentu saja, ada beberapa protes yang menentang kebijakan ini. Ada pihak yang mengganggap proses lelang ini membuat IPDN (Institut Pegawai Dalam Negeri) mubazir dan memungkinkan orang-orang yang belum pernah mengabdi di kecamatan/kelurahan DKI Jakarta untuk langsung mendaftar menjadi camat ataupun lurah, sementara merugikan PNS yang sudah lama meniti karir. Selain itu, ada yang menyatakan bahwa proses ini sebaiknya tidak menyalahi sistem senioritas PNS yang kini menjadi ketentuan Badan Kepegawaian Negara.

Menurut saya, proses lelang jabatan ini cukup baik. Jika dilaksanakan dengan baik dan benar, proses ini akan menghasilkan suatu lapisan birokrasi DKI Jakarta yang kompeten dan lebih siap melayani rakyat Jakarta, memandang ketatnya proses seleksi ini. Namun, berhasil tidaknya sebuah kebijakan tergantung pada kesiapan pihak pelaksana, terutama mengingat singkatnya waktu yang digunakan untuk mengaji kebijakan baru ini. Semoga saja proses seleksi ini dilaksanakan sesuai rencana, sehingga kebijakan ini bisa menjadi awal transformasi menuju Jakarta yang lebih baik.

 

Global Indonesian Voices

Global Indonesian Voices (GIV) is Indonesia’s first independent online media, established for ‘Connecting Indonesia to the World‘ by publishing independent news and stories written by and for Indonesians and Indonesia-philes all around the world.

Top
Read more:
Habibie_Ainun_Poster_9
Renungan ‘Habibie & Ainun’: Aduhai, Indonesia Tanah Airku

Setelah menonton film 'Habibie & Ainun', saya menangis. Film yang...

Tekwan_JG
Delicious Indonesian Tekwan with Fish Balls and Prawns

Tekwan is a classic regional Indonesian fish ball soup from...

Close